Jumat, 01 Februari 2019
Batas Pandang Mata Kepala
Talita merasa kesal melihat Evita duduk-duduk saja sambil memandangi taman dari balik jendela kamar.
" Ahh, aku sayang melewatkan waktu tanpa melakukan sesuatu...tanpa menghasilkan sesuatu...."
Kata Talita selepas mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.Tak lama kemudian menyambar rajutan tas yang belum kelar.
Evita hanya tersenyum tipis, kemudian melanjutkan acaranya, yakni melamun.
Gemericik hujan tipis-tipis, daun hijau,daun kuning, bau tanah, angin yang menyentuh kulitnya seolah semua itu masuk dalam jiwanya menjadi rajutan keindahan yang membuat jiwanya segar dan bugar. Perasaan syukur yang dalam melesak dalam sanubarinya. Betapa, selama ini dia terlalu banyak melewatkan nikmat Tuhan, begitu bisiknya dalam hati.
Melihat serombongan semut menggotong makanan bersama, hati Talita tersentak.
Melihat burung-burung kecil beterbangan mencari rumput kering untuk jadikan sarang, hatinya bergetar.
Talita masih dengan kesibukannya, sesekali melirik Evita dengan perasaan kesal.
"Heh....,kamu itu...jangan kebanyakan melamun, ga baik, ga manfaat, kerasukan setan lohhh kamu nanti !"
"Masak sih....?" kata Evita santai
"Iya,melamun tu ga baik. Ayo bergerak,lakukan sesuatu hasilkan sesuatu !" kata Talita
"Aku menghasilkan sesuatu kok !" kata Evita
"Ahh,kamu ngacoo....mana,kamu menghasilkan apa?" Tuu kan kerasukan setan nih...!"
Evita hanya tersenyum dan membatin, sebenarnya,siapa yang kerasukan setan?
🍀🍁🌹🌸🌼🌻🌾🌿
Setiap orang membacamu dengan pengalaman dan pemahaman yang berbeda...
Mempertajam pandangan mata batin sangatlah bijak dalam gelombang materialism yang kian dahsyat ...
Senin, 08 Oktober 2018
Ruang Hati
Selamat datang di ruang hatiku
Semua mahluk Allah
tanah dan keindahannya
Bunga dan wanginya
Air dan ombaknya
Api dan panasnya
Udara dan kesegarannya
Binatang dan otaknya yang tak teraliri akal
Selamat datang manusia yang mencintai
Selamat datang manusia yang membenci
Selamat datang manusia yang berilmu
Selamat datang manusia yang penuh tipu
Selamat datang manusia yang bijaksana
Selamat datang manusia yang durjana
Selamat datang manusia yang berhati-hati
Selamat datang manusia yang mengkhianati
Selamat datang manusia yang penuh perhatian
Selamat datang manusia yang mengabaikan
Selamat datang semua di ruang hatiku
Namun izinkan aku memiliki sudut pandang, titik
pandang, jarak pandang, resolusi pandang
dan batas pandang atas semua yang hadir di ruang hatiku
Agar aku merdeka,berdaulat atas diriku
Agar aku tak berhenti pada titik,tak berdiri miris
pada garis,tak terjebak dalam kotak
Dan agar aku sanggup memaknai bahwa tak ada yang sia-sia
atas segala ciptaanNya
Hasbunallah wani’mal wakil,ni’mal maula wani’man
nashir
Laa haula walaa quwwata illa billah
*Sebuah puisi,ektraksi dari pelajaran hidup salah satu guru terbaik
Selasa, 26 Juni 2018
Action Speak Louder Than Words
"Kalian ini generasi muda, harus kreatif...lihat tuh si x begini,si y begitu..!" bla.bla...bla...
Saya berusaha menyimpan saja kata-kata itu. Lalu berusaha lagi, memilih melakukan sesuatu. Action speak louder than words.
Terus terang,liburan panjang begini,sebagai ortu saya harus memutar otak agar liburan benar-benar bermanfaat. Karena kami tidak selalu mengisinya dengan jalan-jalan atau piknik...
Yag dibutuhkan anak-anak adalah teladan,role model,contoh , bukan sekedar kata-kata.
Mengajak mereka tanpa memaksa tak mau atau belum mau juga tak mengapa. Tak ada yang hilang ,insyaAllah.
Niatkan,apa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah, mendidik anak. Berdo'a agar apa yang kita lakukan tertransfer pada anak-anak kita. Apa yang kita lakukan melesak ke dalam alam bawah sadar mereka. Berharaplah padaNya,suatu saat nanti akan berguna bagi mereka.
Allah Maha pendidik,kita kan hanya perantara. Selesai...
*simpleparenting
*Foto adalah hasil kreasi beberapa hari ini. Memanfatkan barang bekas:
💡Tempat kornet itu warnanya sudah bagus,tak perlu diwarna ,tiggal disatukan dengan isolasi bergambar
💡Toples kue lebaran dimanfatkanuntuk menyimpan peralatan jahit. Cuma ditumpuk aja. Tutup paling atas dihias dengan kain perca (bekas seragam sekolah nak2 dulu) dan bunga dari kain (yang ini bros yang saya ambil bunganya
)
💡Botol air mineral potong sesuai ukuran tissue roll ,hiasi dengan kain perca dan pita. Pitanya juga dapat dari hiasan pada kotak suvenir pengantin kok.😜
Selamat beraksi,berkreasi,selamat mengolah otak kanan. Selamat menjadi role model ..
Saya berusaha menyimpan saja kata-kata itu. Lalu berusaha lagi, memilih melakukan sesuatu. Action speak louder than words.
Terus terang,liburan panjang begini,sebagai ortu saya harus memutar otak agar liburan benar-benar bermanfaat. Karena kami tidak selalu mengisinya dengan jalan-jalan atau piknik...
Yag dibutuhkan anak-anak adalah teladan,role model,contoh , bukan sekedar kata-kata.
Mengajak mereka tanpa memaksa tak mau atau belum mau juga tak mengapa. Tak ada yang hilang ,insyaAllah.
Niatkan,apa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah, mendidik anak. Berdo'a agar apa yang kita lakukan tertransfer pada anak-anak kita. Apa yang kita lakukan melesak ke dalam alam bawah sadar mereka. Berharaplah padaNya,suatu saat nanti akan berguna bagi mereka.
Allah Maha pendidik,kita kan hanya perantara. Selesai...
*simpleparenting
*Foto adalah hasil kreasi beberapa hari ini. Memanfatkan barang bekas:
💡Tempat kornet itu warnanya sudah bagus,tak perlu diwarna ,tiggal disatukan dengan isolasi bergambar
💡Toples kue lebaran dimanfatkanuntuk menyimpan peralatan jahit. Cuma ditumpuk aja. Tutup paling atas dihias dengan kain perca (bekas seragam sekolah nak2 dulu) dan bunga dari kain (yang ini bros yang saya ambil bunganya
)
💡Botol air mineral potong sesuai ukuran tissue roll ,hiasi dengan kain perca dan pita. Pitanya juga dapat dari hiasan pada kotak suvenir pengantin kok.😜
Selamat beraksi,berkreasi,selamat mengolah otak kanan. Selamat menjadi role model ..
Senin, 11 Juni 2018
Tidak Tahu Kadang Membawa Kebaikan
Ini bukan soal ilmu agama.
Ceritanya....
Tadi saat bermotor melirik spion,uhh perasaan bekas cacar saya makin kentara,mugkin karena makin tua,pori-pori juga melebar. Ada sedikit perasaan gimaaa gitu (agak menyayangkan dan risih terus ingat,kalau harus perawatan ya mahal hahaaa...) tapi segera beristighfar , rasanya kok ga penting banget saya punya perasaan seperti itu.
Mengapa ??
Bekas luka itu karena cacar air yang saya alami ketika saya hamil anak ke 3 dan saya masih punya bayi anak ke 2 🙈🙈.
Setelah sekian tahun berlalu,saya baru tahu, secara teori ,terkena cacar air ketika hamil cukup berbahaya bagi ibu dan janin. Betapa..dari bekas luka itu seharusya saya lebih banyak bersyukur bukan ngelantur *ehh
Saat itu,saya memang pergi ke dokter,tapi saya lupa memberitahu bahwa selain saya punya bayi 7 bulan, saya juga sedang mulai mengandung anak ke 3 😜😜.
Namun....Ahamdulillah saya sembuh,bayi tetap sehat dan bayi dalam kandungan saya baik-baik saja,lahir dengan cara normal dan tidak ada kelainan apa-apa.
Bayangkan jika saya mengerti bahayanya terkena cacar air saat hamil,entah berapa persen tentu stress. Dan hal itu memicu hormon stress yang bisa menurunkan daya tahan tubuh. Lalu....,tau sendirilah ya,betapa signifikan faktor stress terhadap kesehatan. Begitu juga kan, kata dokter Agus yang sangat lucu itu...
Kasus ke dua ,saya terkena DB ketika anak ke tiga saya berumur sekitar 1th.
Yang istimewa (istimewa ndablegnya 😜 ) saya tidak sadar (tidak ngeh) kalau saya terkena DB 😂😂😜. Saya pikir demam biasa. Diagnosanya malah gejala tipus. Tapi setelah minum obat beberapa hari,tidak ada perubahan. Saya balik lagi ke dokter ,barulah diberi pengantar untuk tes darah (lucunya pengantarnya saya suruh tes S******, ntar lah dikisah yang lain)
Siang itu juga saya tes darah ke RS terdekat. Ada bercak merah tp melebar di lipatan tangan saya. Suster cuma tanya,kenapa ini Bu? Saya jawab, tidak tahu mungkin gatel ,ruam,iritasi karena tidak mandi beberapa hari.
Saya pun pulang, karena hasil tes darah masih besok katanya.
Malam harinya,badan saya semakin tak karuan. Saya bilang ke suami bahwa saya mau opname malam itu juga,sudah ga kuat.
Suami langsung mengiyakan dan bersiap. 3 batita kami bawa serta ke RS 😜😜. Tidak ada asisten rumah tangga saat itu. Mau gimana lagi??
Masuk IGD, dokter tanya
"Ibu, tangannya kenapa ini?
"Ga tau dok,gatel mungkin " jawab saya santai sambil sesekali melihat anak saya dari balik kaca IGD. Merek dihandle salah satu teman.
"Gatel !! ,ibu DB ,ga boleh pulang,harus opname ,trombosit ibu cuma 11ribu !"
" Oh....gitu? ok dok,memang saya maunya opname !"
Kurang lebih begitulah dialog saya dengan dokter saat itu. Saya pikir-pikir, sama-sama gokil nih dokter dan pasien 😂 😜😜.
Hemm dan saat itu baru ingat...beberapa warga komplek terkena DB bergantian.
Suami langsung memilih kamar VIP. Ciee gaya... demi gengsi ya?
Bukan....percaya deh,bukan tipe kami suka gengsi-gengsian haha. Ada alasan lain ; demi tiga batita mendapat tempat istirahat yang nyaman dan orangtuanya juga nyaman 😂😜.
Lagi pula, saat itu kan bisa dapat ganti dari kantor (walau ternyata tidak dapat karena kendala teknis hihiii )
Kembali ke pokok pembahasan. Bayangkan kalau saat itu saya langsung tahu kena DB, entah berapa persen pasti ada kaget lalu pikiran,cemas ..,gimana nih batita 3,gimana nih ga ada asisten yang bantu,duh..trombositku makin turun nih kayaknya bla bla bla macam-macam pikiran. Ujungnya, kikkk (dr Agus mode on ).😂😂
Begitulah yang saya maksud kadang-kadang tidak tahu itu membawa kebaikan.Tidak tahu dalam hal tertentu KADANG justru tidak memicu stress dan perasaan-perasaan negatif. Tetap netral,khusnudzon.
Namun sungguh,semua itu tak lepas dari skenario Allah....
Semoga bermanfaat...
Ceritanya....
Tadi saat bermotor melirik spion,uhh perasaan bekas cacar saya makin kentara,mugkin karena makin tua,pori-pori juga melebar. Ada sedikit perasaan gimaaa gitu (agak menyayangkan dan risih terus ingat,kalau harus perawatan ya mahal hahaaa...) tapi segera beristighfar , rasanya kok ga penting banget saya punya perasaan seperti itu.
Mengapa ??
Bekas luka itu karena cacar air yang saya alami ketika saya hamil anak ke 3 dan saya masih punya bayi anak ke 2 🙈🙈.
Setelah sekian tahun berlalu,saya baru tahu, secara teori ,terkena cacar air ketika hamil cukup berbahaya bagi ibu dan janin. Betapa..dari bekas luka itu seharusya saya lebih banyak bersyukur bukan ngelantur *ehh
Saat itu,saya memang pergi ke dokter,tapi saya lupa memberitahu bahwa selain saya punya bayi 7 bulan, saya juga sedang mulai mengandung anak ke 3 😜😜.
Namun....Ahamdulillah saya sembuh,bayi tetap sehat dan bayi dalam kandungan saya baik-baik saja,lahir dengan cara normal dan tidak ada kelainan apa-apa.
Bayangkan jika saya mengerti bahayanya terkena cacar air saat hamil,entah berapa persen tentu stress. Dan hal itu memicu hormon stress yang bisa menurunkan daya tahan tubuh. Lalu....,tau sendirilah ya,betapa signifikan faktor stress terhadap kesehatan. Begitu juga kan, kata dokter Agus yang sangat lucu itu...
Kasus ke dua ,saya terkena DB ketika anak ke tiga saya berumur sekitar 1th.
Yang istimewa (istimewa ndablegnya 😜 ) saya tidak sadar (tidak ngeh) kalau saya terkena DB 😂😂😜. Saya pikir demam biasa. Diagnosanya malah gejala tipus. Tapi setelah minum obat beberapa hari,tidak ada perubahan. Saya balik lagi ke dokter ,barulah diberi pengantar untuk tes darah (lucunya pengantarnya saya suruh tes S******, ntar lah dikisah yang lain)
Siang itu juga saya tes darah ke RS terdekat. Ada bercak merah tp melebar di lipatan tangan saya. Suster cuma tanya,kenapa ini Bu? Saya jawab, tidak tahu mungkin gatel ,ruam,iritasi karena tidak mandi beberapa hari.
Saya pun pulang, karena hasil tes darah masih besok katanya.
Malam harinya,badan saya semakin tak karuan. Saya bilang ke suami bahwa saya mau opname malam itu juga,sudah ga kuat.
Suami langsung mengiyakan dan bersiap. 3 batita kami bawa serta ke RS 😜😜. Tidak ada asisten rumah tangga saat itu. Mau gimana lagi??
Masuk IGD, dokter tanya
"Ibu, tangannya kenapa ini?
"Ga tau dok,gatel mungkin " jawab saya santai sambil sesekali melihat anak saya dari balik kaca IGD. Merek dihandle salah satu teman.
"Gatel !! ,ibu DB ,ga boleh pulang,harus opname ,trombosit ibu cuma 11ribu !"
" Oh....gitu? ok dok,memang saya maunya opname !"
Kurang lebih begitulah dialog saya dengan dokter saat itu. Saya pikir-pikir, sama-sama gokil nih dokter dan pasien 😂 😜😜.
Hemm dan saat itu baru ingat...beberapa warga komplek terkena DB bergantian.
Suami langsung memilih kamar VIP. Ciee gaya... demi gengsi ya?
Bukan....percaya deh,bukan tipe kami suka gengsi-gengsian haha. Ada alasan lain ; demi tiga batita mendapat tempat istirahat yang nyaman dan orangtuanya juga nyaman 😂😜.
Lagi pula, saat itu kan bisa dapat ganti dari kantor (walau ternyata tidak dapat karena kendala teknis hihiii )
Kembali ke pokok pembahasan. Bayangkan kalau saat itu saya langsung tahu kena DB, entah berapa persen pasti ada kaget lalu pikiran,cemas ..,gimana nih batita 3,gimana nih ga ada asisten yang bantu,duh..trombositku makin turun nih kayaknya bla bla bla macam-macam pikiran. Ujungnya, kikkk (dr Agus mode on ).😂😂
Begitulah yang saya maksud kadang-kadang tidak tahu itu membawa kebaikan.Tidak tahu dalam hal tertentu KADANG justru tidak memicu stress dan perasaan-perasaan negatif. Tetap netral,khusnudzon.
Namun sungguh,semua itu tak lepas dari skenario Allah....
Semoga bermanfaat...
Rabu, 06 Juni 2018
Siapa Kamu
"Siapa kamu? "
"Hamba ALLAH !"
Ketika pertanyaan itu sampai pada orang ke tujuh, jawabannya sama.
"Mantep-mantep ya jawabannya !" kata beliau sambil manggut-mangut dan tersenyum tipis tapi tidak sinis.
"Hamba ALLAH, kayak waktu sedekah,supaya tidak ketahuan, terus pakai nama Hamba ALLAH. Gitu ya?"
Aku mengulum tawa,bukan senyum. Merasa,sebentar lagi bakalan ada "jlebmomen". Namun aku menunggu,ya menunggu "jlebmomen" itu.
Benar saja...
"Kalian pikir, saat kalian mengaku Hamba ALLAH ,kalian merendah gitu? Bukan... itu meninggi !"
Eng ing eng,aku terkikih -kikih pelan. Senang, Adrenalin melonjak,entah bagi yang lain. Aku merasa ucapan beliau seperti pahitnya kopi,pare atau leuncak. Pait-pait segar tapi nikmat dan bermanfaat.
Buktinya, tanda tanya memenuhi kepalaku, rasa ingin tahuku membengkak.
Beliau menyeruput kopinya kemudian menyapukan pandangnnya pada kami.
Segan tapi tidak takut ,serius tapi santai, itu yang kurasakan setiap kali mencari ilmu dengan beliau.
"Kalian sudah mengerti siapa itu Hamba ALLAH ?"
Aku menunduk sambil mencorat-coret bukuku. Antara
berpikir dan menertawakan diri. Antara takut ditanya dan ingin segera mendapat
jawaban.
Ah,segera mendapat jawaban? kemungkinannya sangat kecil. Beliau bukan orang yang suka menjejalkan ilmu. Mantik beliau tinggi. Beliau akan mengajak membuat alur berpikir yang bisa diterima oleh yang berotak encer maupun biasa saja seperti aku.
Jika saya akan memberikan beras untuk kalian
,tentunya kalian harus mempersiapkan karung,bukan botol air. Jangan terburu-buru,ikuti
tahapannya.
Kamu bisa menjawab?" tanya beliau sambil mendekat ke mejaku.
Aku terpelengak,lamunanku buyar.
"Em...em...hamba Allah adalah..
Akhirnya aku menggeleng lemah "Tapi maaf guru,mengapa guru mengatakan bahwa mengaku hamba Allah adalah meninggi?" tanyaku
Beliau tertawa kecil "Ditanya malah balik bertanya." kata beliau sambil berjalan menuju mejanya.
Aku menarik nafas,
sedikit deg-degan.
Beliau duduk di kursinya kemudian menyeruput kopinya lagi.
"Bagus,pintu masuk ilmu adalah pertanyaan dan itu pertanda kita berpikir,tapi akan saya jawab nanti !"
Aku membuang nafas lega kemudian mengangguk sambil tersenyum.
" Yang lain,ada yang bisa memberikan penjelasan, siapa hamba Allah ?" tanya beliau lagi.
Hening untuk beberapa saat. Akhirnya Guru menunjuk secara acak.
Aku mendengarkan dengan seksama jawaban mereka. Entah mengapa hati tak terpuaskan , aku merasakan semua jawaban itu bukan bahasa jiwa.
Aku mendesah, beristighfar dan mengomeli diriku sendiri mengapa aku merasakan seperti itu.
Guru tersenyum "Bagus, hafalan kalian bagus !" .
Aku tertegun ,hafalan??? Guru mengatakan hafalan??? Aku jadi berpikir,apakah maksud ucapan Guru seperti yang kupikirkan tadi? .
"Sebenarnya saya ingin jawaban apa adanya ,kita di sini bukan sedang akan bicara teori,tapi mengevaluasi langkah kita " jelas Guru
. "jlebmomen" kualami lagi,daya gedor kalimat Guru dahsyat bagiku.Aku melirik sekitarku, ada yang nyengir,ada yang datar saja ,ada yang masih melongo,mungkin seperti aku setengah menit yang lalu.
"Ok...sebelum kita lanjutkan,saya akan menjawab pertanyaanmu tadi !"kata Guru sambil melihat ke arahku. Aku mengangguk pelan.
"Mengaku hamba Allah adalah meninggi karena memang kedudukan itu tinggi. " .
Aku menarik nafas kemudian membuangnya perlahan.Hati terpuaskan,singkat namun mengena. .
"Jadi,bagaimana? kau sudah bisa menjawab,siapa hamba Allah?" tanya Guru kepadaku.
Deg...,kupikir aku sudah lolos dari pertanyaan itu. Seketika aku menunduk.
"Angkat wajahmu Nak Fathih!" kata Guru.
Bersambung..
Jumat, 11 Mei 2018
Menulis Fiksi Bukan Sekedar Berfantasi
Fiksi Tak Sebatas Fantasi .
Bincang panjang dengan "para penjaga jiwa" ,para mentor,para coach kehidupan membuat saya perlu menulis ini...
Katanya menulis adalah salah satu terapi jiwa. Baik menulis fiksi maupun non fiksi.
Sebuah kisah fiksi,kadang terilhami dari sebuah kisah nyata, baik dari kisah yang dilakoni si penulis sendiri atau kisah orang lain yang menyentuh hati dan mengusik pikiran si penulis.
Itu sangat wajar,biasa dan syah saja
Penulis akan lebih menjiwai ketika menuliskan pengalamannya, perjalanan hidupnya,perjalanan batinnya sendiri (ya iyalah ya 😜).
Biasanya, penulis tidak menuliskan persis seperti yang dialaminya. Ada sepenggal,dua penggal yang di-dramatisasi atau justru dikurangi bisa juga diperhalus. Namun mungkin ada pula yang hampir dalam setiap alurnya di-dramatisasi. Sekali lagi,syah saja menurut saya. Namun berfiksi tidak sebatas berfantasi tanpa kontrol emosi.
Kisah yang diangkat dari pengalaman pribadi tentu saja melibatkan beberapa tokoh di dalamnya. Menurut saya,ini point yang perlu diperhatikan oleh si penulis.Dalam artian, penulis harus berhati-hati jangan sampai apa yang ditulis jatuh pada fitnah, ya FITNAH dan mungkin bisa berujung pada pembunuhan karakter. Jika toh memang benar adanya, disinilah kecerdasan penulis teruji bagaimna bisa mengemasnya sebaik mungkin. Namun itu saja juga tidak cukup,di sini.juga kecerdasan emosi penulis teruji. Meredam gejolak emosi memang bukan perkara mudah.
Boleh jadi kisah yang kita tulis ketika ter-publish berlabel Fiksi, namun bukan fiksi bagi sebagian (beberapa orang) yang terlibat dalam kisah nyata yang kita "fiksikan" itu. Bagaimana jika para tokoh protagonis maupun antagonis membacanya jika kita tidak pandai-pandai meraciknya dengan bijaksana?
Bincang panjang dengan "para penjaga jiwa" ,para mentor,para coach kehidupan membuat saya perlu menulis ini...
Katanya menulis adalah salah satu terapi jiwa. Baik menulis fiksi maupun non fiksi.
Sebuah kisah fiksi,kadang terilhami dari sebuah kisah nyata, baik dari kisah yang dilakoni si penulis sendiri atau kisah orang lain yang menyentuh hati dan mengusik pikiran si penulis.
Itu sangat wajar,biasa dan syah saja
Penulis akan lebih menjiwai ketika menuliskan pengalamannya, perjalanan hidupnya,perjalanan batinnya sendiri (ya iyalah ya 😜).
Biasanya, penulis tidak menuliskan persis seperti yang dialaminya. Ada sepenggal,dua penggal yang di-dramatisasi atau justru dikurangi bisa juga diperhalus. Namun mungkin ada pula yang hampir dalam setiap alurnya di-dramatisasi. Sekali lagi,syah saja menurut saya. Namun berfiksi tidak sebatas berfantasi tanpa kontrol emosi.
Kisah yang diangkat dari pengalaman pribadi tentu saja melibatkan beberapa tokoh di dalamnya. Menurut saya,ini point yang perlu diperhatikan oleh si penulis.Dalam artian, penulis harus berhati-hati jangan sampai apa yang ditulis jatuh pada fitnah, ya FITNAH dan mungkin bisa berujung pada pembunuhan karakter. Jika toh memang benar adanya, disinilah kecerdasan penulis teruji bagaimna bisa mengemasnya sebaik mungkin. Namun itu saja juga tidak cukup,di sini.juga kecerdasan emosi penulis teruji. Meredam gejolak emosi memang bukan perkara mudah.
Boleh jadi kisah yang kita tulis ketika ter-publish berlabel Fiksi, namun bukan fiksi bagi sebagian (beberapa orang) yang terlibat dalam kisah nyata yang kita "fiksikan" itu. Bagaimana jika para tokoh protagonis maupun antagonis membacanya jika kita tidak pandai-pandai meraciknya dengan bijaksana?
Rabu, 02 Mei 2018
Sombong Tingkat Tinggi
Pada umumnya, pembahasan tentang kesombongan lebih fokus pada hubungan antar manusia,seperti menghina/merendahkan sesama, berbangga diri di hadapan manusia lain karena kekayaan,jabatan,keelokan fisik ,intelektualitas, keturunan bangsa tertentu,status sosial dll.
Pembahasan kesombongan yang semacam itu nampaknya lebih cocok untuk usia kanak-kanak ya?! sudah lewatlah ya untuk kita yang sudah dewasa bahkan tua. Idealnya kita ini sudah "menep" (Jawa) atau mengendap,tenang,santai,kalem.
Tapi namanya manusia ya, tak ada ada salahnya sih membahas kesombongan yang semacam itu sebagai reminder. Namun tak ada salahya juga (banyak baiknya deh kayaknya) pembahasan tentang kesombongan kita naikkan levelnya. Terutama untuk kita yang sudah berusia senja.
Rasul Allah Muhammad SAW bersabda:
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Sombong ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia.
Dalam bahasa arab Al Qur'an, ada bermacam-macam kata terkait dengan kesombongan, tetapi dalam terjemahan Al Qur'an yang biasa kita baca, diartikan sama,yakni sombong. Berbahagilah hamba-hamba Allah yang mengerti bahasa arab Al Qur'an. Tentu beliau-beliau itu akan lebih mengerti dengan pas. Bisa dapet rasa bahasanya dan mengerti artinya lebih detail.
Mari kita lihat beberapa ayat yang lebih fokus mengupas kesombongan tingkat tinggi, yakni kesombongan pada Allah, Rabb ,Maha Raja seluruh alam ( mari sekalian kita cermati kata yang diartikan sombong/kesombongan/bersikap sombong/menyombongkan ) :
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خٰسِئِينَ
"Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, Jadilah kamu kera yang hina."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 166)
Dari ayat itu teori Darwin terbantah ya, manusia bukan dari kera,tapi sebaliknya manusia bisa jadi kera karena sombong menolak kebenaran.
Allah SWT berfirman:
وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفٰٓؤُا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوٓا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَىْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدٰىنَا اللَّهُ لَهَدَيْنٰكُمْ ۖ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَّحِيصٍ
"Dan mereka semua (di Padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong, Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab, Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 21)
Pengikut apakah ini?
Allah SWT berfirman:
إِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۚ فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْأَاخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُّنْكِرَةٌ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُونَ
"Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 22)
Allah SWT berfirman:
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 14)
Kerusakan apa nih? alam atau hal-hal-hal physicly? Sepertinya bukan sekedar itu ya, tapi juga membuat kerusakan terhadap qolbu,pola pikir,jiwa dan akhirnya menyangkut penyimpangan Aqidah dan akhlak.
Allah SWT berfirman:
وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ ۥ فِى الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوٓا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ
"Dan dia (Fir'aun) dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 39)
Fir'aun, apa yang terpikir oleh kita? Raja atu penguasa atau pimpinan pongah ,dzalim,kejam di masa lalu? Benarkah hanya ada di masa lalu?
Allah SWT berfirman:
وَقٰرُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهٰمٰنَ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُمْ مُّوسٰى بِالْبَيِّنٰتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِى الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سٰبِقِينَ
"dan (juga) Qarun, Fir'aun, dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 39)
Musa Rasul Allah ditolak juga atas apa yang didapatnya dari ALLAH yakni petunjuk, kebenaran.
Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ يُجٰدِلُونَ فِىٓ ءَايٰتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ أَتٰىهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا ۚ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلٰى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
"(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ghafir 40: Ayat 35)
Memperdebatkan ayat dalam dalam rangka mau ngeles, tidak mau mengimani atau menolak kebenaran. Selain sombong juga disebut sewenang-wenang.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
(QS. Ghafir 40: Ayat 60)
Allah SWT berfirman:
مِنْ فِرْعَوْنَ ۚ إِنَّهُ ۥ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الْمُسْرِفِينَ
"dari (siksaan) Fir'aun, sungguh, dia itu orang yang sombong, termasuk orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 31)
Allah SWT berfirman:
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبٰتِكُمْ فِى حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِى الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu, dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran, dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah)."
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 20)
Sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran, kata kunci.
Allah SWT berfirman:
إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِى قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجٰهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ ۥ عَلٰى رَسُولِهِۦ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوٓا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
"Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu) kesombongan jahiliah, maka Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin, dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa, dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Fath 48: Ayat 26)
Ini hanya beberapa ayat tentang kesombongan tingkat tinggi sombong pada ALLAH,Rabb, Maha Raja, ayat yang lain silakan cari sendiri ya ,masih banyak.
Oh iya, siapa tahu ya bisa untuk persiapan menu Ramadhan nanti. Membaca Al Qur'an secara tematis,agar lebih berasa bahwa Al Qur'an adalah petunjuk hidup kita.
Saya teringat nasehat salah satu Ustadz yang saya sowani di pertengahan bulan Sya'ban tahun lalu,yang kurang lebih seperti ini :
Bagus bila kita mentarget khatam beberapa kali dalam bulan Ramadhan. Tetapi juga diniatkan mencari petunjuk dari apa yang kita baca itu.
MasyaALLAH ...,semoga kita semua dimampukan,aamiin.
Pembahasan kesombongan yang semacam itu nampaknya lebih cocok untuk usia kanak-kanak ya?! sudah lewatlah ya untuk kita yang sudah dewasa bahkan tua. Idealnya kita ini sudah "menep" (Jawa) atau mengendap,tenang,santai,kalem.
Tapi namanya manusia ya, tak ada ada salahnya sih membahas kesombongan yang semacam itu sebagai reminder. Namun tak ada salahya juga (banyak baiknya deh kayaknya) pembahasan tentang kesombongan kita naikkan levelnya. Terutama untuk kita yang sudah berusia senja.
Rasul Allah Muhammad SAW bersabda:
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Sombong ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia.
Dalam bahasa arab Al Qur'an, ada bermacam-macam kata terkait dengan kesombongan, tetapi dalam terjemahan Al Qur'an yang biasa kita baca, diartikan sama,yakni sombong. Berbahagilah hamba-hamba Allah yang mengerti bahasa arab Al Qur'an. Tentu beliau-beliau itu akan lebih mengerti dengan pas. Bisa dapet rasa bahasanya dan mengerti artinya lebih detail.
Mari kita lihat beberapa ayat yang lebih fokus mengupas kesombongan tingkat tinggi, yakni kesombongan pada Allah, Rabb ,Maha Raja seluruh alam ( mari sekalian kita cermati kata yang diartikan sombong/kesombongan/bersikap sombong/menyombongkan ) :
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خٰسِئِينَ
"Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, Jadilah kamu kera yang hina."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 166)
Dari ayat itu teori Darwin terbantah ya, manusia bukan dari kera,tapi sebaliknya manusia bisa jadi kera karena sombong menolak kebenaran.
Allah SWT berfirman:
وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفٰٓؤُا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوٓا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَىْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدٰىنَا اللَّهُ لَهَدَيْنٰكُمْ ۖ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَّحِيصٍ
"Dan mereka semua (di Padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong, Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab, Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 21)
Pengikut apakah ini?
Allah SWT berfirman:
إِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۚ فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْأَاخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُّنْكِرَةٌ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُونَ
"Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 22)
Allah SWT berfirman:
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 14)
Kerusakan apa nih? alam atau hal-hal-hal physicly? Sepertinya bukan sekedar itu ya, tapi juga membuat kerusakan terhadap qolbu,pola pikir,jiwa dan akhirnya menyangkut penyimpangan Aqidah dan akhlak.
Allah SWT berfirman:
وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ ۥ فِى الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوٓا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ
"Dan dia (Fir'aun) dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 39)
Fir'aun, apa yang terpikir oleh kita? Raja atu penguasa atau pimpinan pongah ,dzalim,kejam di masa lalu? Benarkah hanya ada di masa lalu?
Allah SWT berfirman:
وَقٰرُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهٰمٰنَ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُمْ مُّوسٰى بِالْبَيِّنٰتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِى الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سٰبِقِينَ
"dan (juga) Qarun, Fir'aun, dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 39)
Musa Rasul Allah ditolak juga atas apa yang didapatnya dari ALLAH yakni petunjuk, kebenaran.
Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ يُجٰدِلُونَ فِىٓ ءَايٰتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ أَتٰىهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا ۚ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلٰى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
"(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ghafir 40: Ayat 35)
Memperdebatkan ayat dalam dalam rangka mau ngeles, tidak mau mengimani atau menolak kebenaran. Selain sombong juga disebut sewenang-wenang.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
(QS. Ghafir 40: Ayat 60)
Allah SWT berfirman:
مِنْ فِرْعَوْنَ ۚ إِنَّهُ ۥ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الْمُسْرِفِينَ
"dari (siksaan) Fir'aun, sungguh, dia itu orang yang sombong, termasuk orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 31)
Allah SWT berfirman:
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبٰتِكُمْ فِى حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِى الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu, dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran, dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah)."
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 20)
Sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran, kata kunci.
Allah SWT berfirman:
إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِى قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجٰهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ ۥ عَلٰى رَسُولِهِۦ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوٓا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
"Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu) kesombongan jahiliah, maka Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin, dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa, dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Fath 48: Ayat 26)
Ini hanya beberapa ayat tentang kesombongan tingkat tinggi sombong pada ALLAH,Rabb, Maha Raja, ayat yang lain silakan cari sendiri ya ,masih banyak.
Oh iya, siapa tahu ya bisa untuk persiapan menu Ramadhan nanti. Membaca Al Qur'an secara tematis,agar lebih berasa bahwa Al Qur'an adalah petunjuk hidup kita.
Saya teringat nasehat salah satu Ustadz yang saya sowani di pertengahan bulan Sya'ban tahun lalu,yang kurang lebih seperti ini :
Bagus bila kita mentarget khatam beberapa kali dalam bulan Ramadhan. Tetapi juga diniatkan mencari petunjuk dari apa yang kita baca itu.
MasyaALLAH ...,semoga kita semua dimampukan,aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)
Karena Cinta Enggan Berdusta 4
8. PENGGENGGAM SETIA Menurut Renata, begitu banyak laki-laki sempurna secara fisik namun cacat jiwanya. Re, tidak mempermasa...
-
Beberapa hari ini mesin cuci bermasalah. Aliran air tidak bisa deras, sehingga detergen tidak bisa “terguyur” masuk ke dal...
-
Gadis kecil 7 tahun berbadan kurus keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap sambil mendekap tas dari kertas bermotif berbunga-bunga. Dia...
-
Seorang perempuan tua berjalan tertatih, merintih berulang-ulang "Tolong saya, hari ini saya sulit menelan makanan !" Ada yang...



